Kamis, 12 September 2013

LOVE REALLY HURTS (SONGFIC)

19 Februari 2013 pukul 13:56
LOVE REALLY HURTS (SONGFIC)

Tittle: Love Really Hurts

Length: Ficlet


Author: Resti Fauziah Fazrin

*FB: http://www.facebook.com/respotter.fauzia (Add ya ^^)
*TWITTER: https://twitter.com/mochiresti (Follow ya ^^)

Cast:
*Shin Ahrin as herself (OC), seorang siswi tingkat 2 di SMA Seoul International SHS, sekelas dengan Cho Kyuhyun.
*Yesung as Kim Jongwoon, seorang siswa tingkat 3 di SMA Seoul International SHS yang popular akan ketampanan dan daya pikirnya yang tajam.
*Cho Kyuhyun as himself, seorang siswa tingkat 2 di SMA Seoul International SHS, sahabat Ahrin dan juga sekelas dengan Ahrin.
*Choi Seokyung (OC), seorang siswi tingkat 1 di SMA Seoul International SHS.

Genre: Hurts, sad-little a bit
Rate: Teenage

WARNING: FF ini terinspirasi dari lagu oppa kesayanganku, Love really hurts by. Super Junior Yesung. Hoho, agak nyesek sih pas ngetiknya cz ini aku banget >.< . So..jangan heran ne kalo FF nya emang aneh bin gaje kek gini ini T.T hehehee.

Disclaimer: This FF pure from mind, all the cast belong themselves. DON’T Like, DON’T Read. DON’T Copas, DON’T be plagiators. And the first one.. DON’T BASH :D TYPO(s) everywhere, everytime -_-

HAPPY READING CHINGUDEUL ^^

.::STORY BEGINS::.

Author’s POV

Sarangcham appeuda, neomu appeuda..
Cinta benar-benar menyakitkan, terlalu menyakitan..-“

Sore itu, hujan kembali membasahi tanah kering kota Seoul.Tapi sore ini tak seperti sore-sore sebelumnya, hujan tak kunjung reda, memang tidak besar namun cukup untuk membuat udara menjadi sangat dingin di awal musim gugur ini.
Disaat orang-orang tengah berlomba memakai sweater tebal dan meneguk coklat panas, tidak dengan seorang gadis yang tengah menangis di tengan hujan. Ada apa dengan gadis itu? Apa dia merasa udara yang sangat menusuk tulang ini?

***

Swimeobsi nal utkehago gyeuteobsi nareul ulrinta..
Aku tetap tersenyum, sebelum menangis tanpa henti..-“

Ah..apa hujan tengah mengejek hati gadis yang tengah termenung di bawah guyuran air langit itu? Atau malah menemani hati pilunya?Hati pilunya? Benar gadis malang itu tengah patah hati. Tsk! Gadis remaja sang budak cinta. Meratapi ketidakberdayaannya melawan sakit pada luka hatinya.Apa luka itu berdarah? Atau bernanah? Ahni..ini bahkan lebih parah dari itu semua. Hatinya menganga penuh derita, penuh kehampaan di dalamnya. Gadis itu ‘Shin Ahrin’.Kini mulai mengerang kesepian. Entah kemana sang sahabat yang selalu setia disampingnya. Ah..apa mungkin karena ketiadaannya sang sahabat kini ia begitu menyedihkan? Menangis sendiri, memeluk lututnya kedinginan yang tak henti-hentinya dijatuhi air-air langit yang serta-merta menemaninya.
Pabo! Hiks.. Pabo!..” umpatan-umpatan kecil ia lontarkan. Siapa yang bodoh disini?
Pabo!Tak pernahkah kau sadari? Gadis bodoh ini mencintai mu.. Mencintaimu Kyuhyun-ah..Tak penahkah?Sedetik saja?Hiks..” kini ia bermonolog.
Taman sekolah Seoul International High School itu sepi.Para penghuninya telah pergi pulang.Tapi gadis itu malah kuat bertahan disana.

#FLASHBACK

Ting~ Ting~Ting~’
Bel pulang tengah meraung-raung, menandakan kelas telah bubar. Para siswa-siswi berhambur keluar. Cuaca tampak mendung, dipastikan tak lama lagi awan akan menumpahkan isinya(?).
Ashh, kemana dia?Mengapa cepat sekali menghilang? Bukankah dia berjanji akan memberiku tambahan pelajaran? Ishh..” gumam Ahrin yang terlihat kerepotan mebawa buku-buku tebal bertuliskan ‘Let’s Be Smart Math’ pelajaran paling menyebalkan baginya.
Aisshh, awas saja sampai ku temukkan, kau akan habis Cho Kyuhyun.” Ujarnya sadis.
Eoh!Bukankah itu si setan PSP?Ah mati kau sekarang!” Ujarnya lagi semangat ketika batang hidung sahabatnya –Cho kyuhyun- itu ia temukan tengah menuju ke perpustakaan, sampai akhirnya hilang di ujung koridor.
“YAK! Hei Kyuhyun-ah chankaman! Chankamanayo! Yak! Berhenti disitu!” teriak Ahrin, tapi sepertinya percuma saja sang empunya nama tak bergeming dan terus saja meneruskan langkah-langkah besarnya.

***

Keomyi nal mankeum ddeoryeoul mankeum..
Sedikit cemas dan takut-takut mencintai mu..-“

Yeoja itu berlari, berusaha menyamai langkah besar Kyuhyun yang jauh didepannya. Sampai tiba-tiba..

Bruuukk’

“YAKK!” erangnya frustrasi ketika buku-buku tadi yang ia bawa meluncur lepas dari dekapannya.
Aissh jinjja!” kaki jenjangnya ia hentak-hentakkan, melampiaskan kekesalannya pada lantai marmer merah maroon itu. Tak berpikirkah ia bahwa sang lantai akan merasa sakit ia injak-injak penuh emosi seperti itu? Ckck~
“Harusnya kau cepat pungut buku-buku ini, bukannya marah-marah seperti Ajumma yang ditinggal mati suaminya saja. Kau ini!.” Tiba-tiba terdengar suara indah yang entah dari mana datangnya. Dan mengapa suara ini begitu tak asing di telinga Ahrin?
“Yak! Siapa kau? Menambah kesal saja.Huhu!” Gerutu Ahrin sembari melipat kedua tangannya di depan dada.
Tak lama, namja –sang pemilik suara- itu mndongak dan bangkit dari acara memungut buku-buku Ahrin kemudian tersenyum manis pada Ahrin. Astaga. Mengapa senyumannya manis sekali? Apa ia seorang malaikat yang diutus Tuhan untuk membantu Ahrin memungut buku-buku malang itu? Aish mana ada yang seperti itu. Yang jelas, gadis itu kaget, apa yang dilihatnya kini hampir saja membuat mata foxynya meloncat keluar dari sarangnya(?).

***

Sun—Sunbae.. Sunbaenim..”
Ne!”
“Jongwoon-sunbae, ah mianhae aku kira siapa, Eo! Buku ku..”
Ah igeo.. Berhati-hatilah” balas Jongwoon, sang kakak kelas pemikat hati para siswi juga siswa(?) seantero Seoul International High School sembari tangan mungilnya tergerak mengacak lembut poni depan Ahrin gemas.
Ah! Go—gomawo Sunbae~!” Ahrin tergagap, apa ia tersihir akan pesona seorang Kim Jongwoon? Senyumnya memang sangat manis, membuat siapa saja luluh saat melihatnya. Huhu, untuk seperkian detik tatapan kagum Ahrin ia tunjukkan, ia sadar betul ada seorang malaikat berdiri tepat di hadapannya, tersenyum padanya. *Aihh pengen dong Oppa :3*plakk!*

Shin Ahrin’s POV

Omo! Mengapa ia tersenyum seperti itu? Apa ia ingin membuatku membeku ditempat? Astaga~ Ahrin-ah sadarlah, jangan mempermalukkan dirimu!’ bisikkan hati ku mencoba menolak pesona Jongwoon-sunbae. Ah..anhii.. anhii.. aku punya Kyuhyun yang lebih manis dari sunbae imut ini. Yaa.. walau kata manis itu terdengar menjijikan ku sematkan pada setan PSP itu, tapi entahlah, dia memang manis apalagi saat mengingat kembali saat ia memeluk ku di depan pusaran makam eomma tahun lalu. Pelukkannya begitu hangat dan nyaman.. Kyuhyun-ah kau semakin membuatku jatuh hati pada mu..
Ne~ cheonma..”suara baritone itu menyadarkan ku dari lamunan tentang Kyuhyun, sahabat kecilku..


Ah ye, Sunbaenim kalo begitu aku duluan. Sekali lagi terimakasih.” Ucapku formal tak lupa ku bungkkukan sedikit tubuhku sebagai rasa hormat pada Sunbae manis ini. Eh? Aishh!
Annyeong~!” pamitku. Ah jantungku jangan berdetak terlalu cepat, tolonglah..


***

Kuitgosita
Ingin percaya
Nan sumeul swil su eobseoyo
Aku tidak bisa bernafas
Kireul ilheo beotyeotyo
Aku kehilangan arah
Nae kieoki maelmalra beoryeoseo
Memoriku berantakkan-“


@Seoul International SHS’s Park

Dengan segera ku langkahkan lagi kaki ku mencari Kyuhyun, sepertinya tadi ia lewat sini. Jalan menuju perpustakaan ku telusuri. Mataku beredar mengelilingi koridor perbatasan perpustakaan dan halaman belakang sekolah ini. Ah sepi..apa mungkin Kyuhyun sudah pulang? Tidak mungkin., dia tak mungkin meninggalkkanku..
Bingo~!’
Akhirnya ku temukkan dia. Keundae— sedang apa dia disana? Eh bukankah itu Seokyung? Apa yang tengah mereka lakukan? Mengapa hanya berdua? Berdua saja?


#DEGG~


MWO—Mwoo--- apa aku tak salah lihat? Kyuhyun..dia—dia mengecup punggung tangan Seokyung. Tuhan ini bukan kiamat kan? Mengapa udara semakin menipis saja ku rasa?
Dan..Ani! Andwae!Apa yang akan dilakukkannya lagi kini? Wajah mereka semakin dekat saja. Oh tidak- tidak.. Ku mohon bunuh saja aku sekarang..


***


Chamsiymeon urin modu ilke dwildenikka..
Dalam waktu singkat, kita bisa kehilangan segalanya..
Nan sumeul swil su eobseoyo
Aku tidak bisa bernafas
Georeundedo geudaen taeyeonhi ahmu sanggwan obketjyo
Tapi kau begitu tenang, karena tidak ada hubungannya dengan dirimu-“


Author’s POV


Ahrin kini gusar melihat pemandangan yang menyayat hati di depannya. Sekuat tenaga ia tahan isakkan yang kapan saja bisa keluar tanpa bisa ia cegah. Tangannya ia angkat untuk menutup mulutnya, isakkan itu mulai ada.
Kemungkinnan terburuk yang ia tahu bahwa meraka – Kyuhyun dan seokyung- akan.. Ah entahlah membayangkannya saja membuat Ahri ingin mati saat itu juga.
Udara disekelilingnya seolah hilang.Perlahan namun pasti, Kyuhyun memajukkan wajahnya, semakin mendekati wajah Seokyung. Dua pasang mata itu saling menutup, deruan nafas pun bersahutan satu sama lain. Sampai akhirnya…


#SREEETT~


Tubuh lemah Ahrin menbentur sesuatu, seiring tumpahlah tangisnya disana. Membasahi hoodie biru tua seorang namja. Ye, namja itu menarik Ahrin dalam pelukkannya, tak membiarkan gadis itu melihat adegan yang melukai ulu hatinya.. Tidak, tidak boleh..
“Kau tak pantas melihat ini. Menangislah..”
“Hiks..”
Ahrin mengeratkan pegangannya pada lengan hoodie sang namja.
“Hiks..” tangisnya lirih, pilu penuh emosi disana, namun tak ada suara yang berarti terdengar. Setidaknya Ahrin tahu ia takkan mengeluarkan jeritan luka hatinya di tempat itu. Walaupun saat ini ia sangat ingin berteriak-teriak frustrasi..
“Hiks..”
Ahrin melepaskan pelukkannya dan berlari menjauh dari tempat dengan pemandangan nista itu. Tak dihiraukannya namja tadi yang ia peluk.
Jongwoon, namja itu menatap sendu laju lari Ahrin. Membiarkannya sendiri.
Tak berapa lama hujan turun. Seoul bekabut, langit mendung dan awanpun menangis.


***

Sarangcham appeuda, neomu appeuda..
Cinta benar-benar menyakitkan, terlalu menyakitan..
Sarangcham uhseumta, jeongmal duryeomta
Cinta benar-benar lucu, benar-benar menakutkan-“


Hiks—hiks hiks pabo!”
Ahrin menekuk kedua lututnya, menenggelamkan kepalanya di sela-sela lutut yang ia peluk. Mencoba mencari ketenangan hatinya disana. Air langitpun semakin mebasahi rambut hitamnya. Menbawanya pada suasana yang benar-benar menyedihkan.. Gadis malang..


#FLASHBACK END


Geuriwo ne ireumi bureulddae mada..
Ketika aku merindukkanmu, dan memanggil-manggil namau mu..
Numulyi chanda
Menahan air mata-“


Drrrt.. Drrtt…’

Sesuatu bergetar disana, di dalam kantung sweater hijau tosca milik Ahrin. Sesekali ia mengusap-usap telapak tangannya, mencoba mendapatkan kehangatan karnanya. Sisa-sisa hujan sore tadi membekas, membuat udara semakin dingin saja.

One message Unread’

Layar I-Phone miliknya menyala..
Ada satu pesan yang masuk ternyata.


From: Kyuhyun Cho
To: Ahrin Shin


Hai nona tomat^^, kau tahu? Tadi siang aku
resmi berpacaran dengan Seokyung! ^^
Ah nan haengbokhaeyo Ahrin-ah! ^^
Kau harus menelaktirku besok! Haha ^^”


#Nyutt~


Mengapa harus sesakit ini?




*FIN*

*fyuuuh*
Gaje yah? Banget -_- mian.. mian inilah hasil kerja otak saya yang sambil dengerin lagu In My Dream by. KRY ft. Donghae and Sungmin *ga nyambung*
Gomawo udah RCL ^^
Gomawo Readers yang udah LC yang ngga juga ^^
Hehe XD
Gomawo Admin yang udah Publishing :*
Pai~ Pai Akhir kata dengan segala hormat dan rasa terimakasih saya pamit Chingudeul ^^
Saranghae all :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar